Kalo kalian belum baca episode sebelumnya bisa klik dilink bawah ini.
Prolog
Episode 1
- Dirumah Lio
Lio mendapat notifikasi di linenya dia bahwa Luna telah menambahkan dia sebagai teman, sontak hal itu membuat Lio senang bukan kepalang. Lio makin penasaran dengan Luna. Tanpa basa basi Lio chat Luna duluan.
"Gimana besok mau gue jemput ?" tanya Lio lewat Line
*5 menit berlalu
"kok gak dibales-bales ya ? Mungkin lagi mandi"
*10 menit berlalu
"anjir lama banget dah di bales."
*3 jam kemudian
"buset kayaknya handphone dia di hibernasi ni, pesan gue di read aja kagak.. Hiks."
- Sementara yang terjadi pada Luna
"tengnong" Notifikasi Line masuk ke handphone Luna, dengan sigap Luna melihat dari siapa pesan itu. Luna hanya membaca notifikasinya tapi tidak membuka pesannya karena dia bingung mau jawab apa sama Lio.
"aku baru kenal sama dia, tapi rasanya dia orang baik.. Tapi masak aku langsung mau gitu dianter sama orang yg baru kenal ? Ntar dia kepedean lagi. Tapi kalo diliat-liat Lio emang baik sih.. Ganteng juga. Hmmm aku bingunggggg.... Mending aku tidur aja ah" Pikir Luna dalam hati.
Itulah sebabnya kenapa Luna tidak balas Line dari Lio.
- Kembali ke tempat Lio.
"gue telpon aja kali ya ?"
Lio ingin menekan tombol call.. Tapi gak jadi.
"ah masak gue telpon sih ? kayak ngebet amat, gue kan the most famous guy disekolah masak gue sampai nelpon segala ?" Lio masih bergumul dalam pikirannya.
"udah Lio telpon aja.. Jangan gengsi"
Kata malaikat baik
"jangan Lio... Masak ia lu yg nelpon duluan sih ? Reputasi lu hancur lah"
Bantah malaikat jahat
"cewek kayak Luna itu butuh usaha lebih, telpon aja.." balas malaikat baik
"hmmm bener juga sih kata dia.." lanjut malaikat jahat
"jangan pikir panjang telpon aja kalo emang lo mau dapetin hati Luna" tegas malaikat baik lagi
"yaudah deh gue setuju sama dia kali ini" hanya kali ini malaikat jahat sependapat sama malaikat baik.
"yaudah deh gue telpon aja, btw tumben kalian akur, sering sering lah akur hahaha" jawab Lio kepada pikirannya sendiri.
"kring kring kring"
"aduh Lio telpon, angkat gak ya ?" besit Luna dengan pelan
"angkat dong Luna.. Please" dengan harap harap cemas Lio nungguin Luna ngangkat telponnya
*tarik nafas.. "oke gue angkat.."
"halo.."
"hei halo Luna... Hmm liat line gue dong"
"oh iya kenapa ?"
"ya gimana ? Besok mau gue jemput ?"
"hmm gimana ya aku bingung.."
"lo takut sama nyokap lo ?"
"nggak sih.."
"terus ?"
"aku takut ngerepotin kamu"
"yaelah nggak lah.. yaudah besok gue jemput ya.."
"eh jangan.."
"udah fix gue jemput lo"
"tut tut tut"
Luna kaget karena Lio langsung ambil keputusan buat jemput dia. Tapi sebenernya Luna senang Lio mau jemput dia kesekolah. Saat itu bagi Luna rasanya seperti ke awan awan kepalanya langsung besar.
Lio juga senang akhirnya bisa jemput Luna, ini kesempatan buat dia lebih deket sama Luna.
-keesokan harinya.
"Luna.. Luna.."
"tunggu bentar"
Gumam Lio dalam hati "bentar lagi dia bakal duduk dibelakang gue, kesempatan buat di peluk hahaha"
"sorry ya lama"
Woww tak disangka Luna tampil sangat cantik pagi itu sehingga membuat Lio terpana sampai-sampai air liurnya jatuh
"ih jorokkk deh kamu" dengan tertawa Luna menegur Lio
"eh maaf maaf" Lio mengusap liurnya sendiri dari bibirnya.
"kamu cantik banget pagi ini" rayu Lio
"apa sih.. Yuk jalan udah siang" potong Luna dengan singkat.
Mereka pun berangkat menuju sekolah. Di tengah perjalanan mereka mulai mengobrol dan terlihat lebih akrab dari hari kemarin. Hanya canda tawa yg terdengar di perjalanan mereka menuju sekolah. Sepertinya mereka mulai menemukan kemistri mereka.
Hari terus berganti, tak terasa seminggu sudah mereka selalu berangkat bareng dan pulang bareng. Tapi memang tak pernah ada perjalanan cinta yang mulus, the gang cabe-cabean tentu sangat tidak terima kalau Luna dekat dengan Lio. Mereka pun bermaksud untuk menjauhkan mereka berdua.
Saat itu jam istirahat, Luna sedang sendiri di kelas, lalu datanglah gang cabe-cabean.
"eh lo cewek murahan! Berani bener lo deketin Lio ya ? Lo cari masalah sama gue ?" bentak ayu ketua gang cabe-cabean.
"loh kenapa kamu marah-marah ? Lagian bukan aku yg deketin Lio, tapi Lio yang deketin aku" jawab Luna dengan takut.
"Lo gak tau ? Bertahun-tahun gue berusaha deketin Lio tapi gue gak pernah bisa dapetin dia. Sedangkan lo ? Cuma cewe cupu bisa dapetin hati Lio ? Lo pake pelet ya ?" bentak ayu dengan keras
Tanpa memberikan kesempatan Luna untuk menjawab, ayu terus melanjutkan ucapannya "pokoknya gue gamau tau, lo harus jauhin Lio TITIK." mereka langsung meninggalkan Luna dengan menabrak bahu dia sebagai puncak kekesalan mereka.
Luna sangat sedih dan takut, pikirnya dalam hati "kenapa ini semua terjadi sama aku ? Disaat aku menemukan laki-laki yang bisa membuat aku nyaman ternyata ada orang yang tidak suka dengan hubunganku ini. Apa aku harus menjauh dari dia ?"
Luna sangat galau. Sementara itu Lio datang kepada Luna. Luna yg melihat Lio datang mendekat langsung bangun dan pergi keluar.
Gumam Lio "Luna kenapa ya ? Aneh.."
0 komentar:
Posting Komentar