Rabu, 22 Maret 2017

Filled Under:

Episode 1 - Lio dan Luna

10.15

Silahkan baca dulu prolognya disini
"Bilang iya aja susah.. yuk naik" jawab Lio sambil menghidupkan motornya.
Tanpa berkata-kata lagi Luna naik ke motor Lio dengan terpaksa. Dalam perjalanan tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir mereka berdua. Sampai akhirnya Luna tersadar bahwa ini bukan jalan kerumahnya. Dan Luna mulai merasa takut.
"Kok kita lewat sini sih ? ini kan bukan jalan ke rumahku! Jangan-jangan kamu mau cari hotel buat perkosa aku terus mau mutilasi aku beneran ya ?!" Tanya Luna dengan gemetar.
"yaampun muka gue ganteng tanpa dosa gini lo sangka orang bejat. Gelo banget sih! Lo kan belum ngasi tau rumah lo dimana ya jelas gue nggak tau. Ya karna gak tau gue jalan aja lagian lu gak protes encim"
"Rumahku di jalan teuku umar no 22, puter balik sekarang" masih dengan mimik ketakutan. Memang Luna orangnya introvert jadi tidak terbiasa menerima kebiasaan orang yang vokal seperti Lio.
"iyaiyaa santai kayak dipantai lah.. gue bukan orang jahat. Cantik-cantik kok penakut sih."
Luna langsung tersipu malu mendengar pernyataan Lio. Seumur hidup Luna belum ada cowok yang bilang dia cantik karena notabene cowok-cowok pada ilfil buat deketin Luna karena saking pendiam dan juteknya dia. Perjalanan kembali berlanjut.
"Loh kok kita berhenti disini ?" Tanya Luna heran.
"Ini caffe Pablo, tempat favorit gue buat nongkrong, kita minum bentar lah panas banget gue haus"
"kenapa gak minum dirumah aja ? kan tanggung." Balas Luna dengan judes, karena jam sudah menunjukan pukul 3 sore ia takut dimarah oleh ibunya karena pulang telat.
"santai aja kali gue yang bayarin. Mas kayak biasa ya... 2" Jawab Lio singkat dan langsung memesan ke mas wahyu pelayan langganannya.
"oke siap, btw itu siapa ? tumben loh mas Lio bawa cewek kesini.. pacarnya ya ?" celetuk mas wahyu
"ENGGAK" jawab mereka bersamaan. Mereka berdua pun heran dan saling tatap.
"wah kompak banget kalian, semoga cepet jadian ya" sindir mas wahyu lagi.
"mas punyaku dibungkus aja ya, aku udah ditunggu mama dirumah"
"loh kok dibungkus sih ? minum disini aja keles buru-buru amat lo" Balas Lio.
Jawab Luna dengan gelisah "sekarang udah jam 3 lewat ibu aku pasti bingung cariin aku"
"yaelah, ini udah abad ke 21 lo masih aja kayak anak zaman babilonia. Tinggal Whatsapp, line, bbm kek kan bisa." Kata Lio dengan sedikit kesal.
"aku gak dikasi bawa handphone kesekolah"
"APA ?!"
Lio sangat kaget. "Yaampun ini udah 2017 yang bener aja lu gak dikasi bawa handphone kesekolah ?"
"iya emang kenapa ? salah ?" jawab Luna dengan santai
"Zzzzz lo udah kayak hidup di zaman belanda tau gak sih. Yaudah mas bungkus aja soalnya gue mau cepet-cepet anter si cewe kudet ini, ntar emaknya marah lagi berabe gue."
Mas wahyu pun membungkus minuman mereka dan mereka melanjutkan perjalanan mereka. Ditengah perjalanan, situasi hening tanpa ada obrolan sepatah kata pun. Luna tampak kesal dengan Lio karena sikap Lio yang dinilai merendahkan dirinya. Lio sendiri pun sedikit ilfil dengan Luna karena Luna orangnya sangat kudet. Walapun begitu, Luna sedikit berterimakasih kepada Lio karena Lio sudah mau nganterin dia pulang kerumahnya. Kalau nggak, Luna udah jadi cacing kepanasan nangkring di depan sekolah.
-Sampai dirumah Luna
"makasi ya, maafin kata-kata ku yang bikin kamu kesel tadi." Kata Luna dengan nada lembut.
"nah gini kek dari tadi! Kan gue gak usah pake urat ngomongnya.. ya gapapa gue juga minta maaf udah ngatain lo anak zaman babilonia." Balas Lio
"iya.. aku masuk dulu" Luna berjalan masuk kedalam rumahnya. Lio pun yang tadinya kesal sekarang sudah tidak kesal lagi. Pikir Lio dalam hati "ternyata manis juga ya dia, tapi kadang ngeselin jutek amat... tapi gue jadi makin penasaran sama ni anak.."
"Luna" Jerit Lio.
"Apa ?"
"Besok mau gue jemput ?"
"hah ? gausah" dengan cepat Luna menjawabnya.
"Rumah gue deket sini kok, jadi kalo berangkat sekalian lewat. Kalo lo mau, add id line gue liorafael disambung huruf kecil semua. oke? Gue duluan" kemudian Lio jalan pulang kerumahnya.
Sebenernya dalam hati Luna senang sekali ada cowok yang care sama dia. Sebelumnya Luna tidak pernah memiliki pengalaman yang seperti ini. Luna masuk ke kamarnya dan langsung mencari handphonenya untuk menambahkan Lio sebagai teman di akun Line nya. Tanpa sadar Luna senyum-senyum sendiri.
"kok aku jadi salting gini sih ? ih aneh deh. Kenapa aku jadi inget Lio terus ? Udah ah mending aku bikin PR pak firman tadi siang." Luna berusaha mengalihkan fokusnya kepada hal lain agar tidak kepikiran Lio terus. Maklumin Luna ya penonton, baru pertama ngerasain benih-benih asmara jadi salting

0 komentar:

Posting Komentar