Sebenernya sangat miris melihat film karya anak bangsa kalah
saing dengan film asing di negrinya sendiri. Salah satu faktor nya adalah karena orang-orang
Indonesia itu kurang memiliki kesadaran untuk mensupport film-film dalam negri.
Mungkin banyak yang beranggapan film Indonesia itu gak keren, kalah jauh
kualitasnya sama film luar. Gua rasa itu salah, menurut gua dulu emang film Indonesia
itu kualitas bisa dibilang kurang bagus, tapi sekarang sudah banyak film Indonesia
yang kualitasnya keren-keren. Contohnya aadc2, koala kumal, the guys, cek toko
sebelah, warkop dki reborn masih banyak lagi.
Karena masalah ini distribusi film Indonesia itu jadi gak
merata, contohnya film-film yang gak box office pasti hanya tayang di Jakarta aja.
Padahal di kota-kota lain juga ingin menonton film tersebut tapi tidak tayang
dibioskop dikotanya. Contohnya film galih dan ratna. Film ini tidak tayang di
seluruh Indonesia, hanya di beberapa bioskop saja. Saya yang tinggal di bali
udah ngikutin film ini dari proses produksinya sampai akhirnya tayang, saya cek
dibioskop di kota saya tidak ada bioskop yang menayangkan film ini. Wah
seketika itu saya sangat kecewa, padahal menurut gue film ini itu bagus banget,
yang tayang di bioskop di kota saya malah film-film dari luar negri.
Dari kasus tadi kalian bisa liat kan, ada pengaruh sangat
signifikan dari film asing terhadap film karya anak bangsa. Sampai kapan film Indonesia
harus di nomer dua-kan di negrinya sendiri ? saya harap pemerintah juga
menanggapi masalah ini dengan serius. Sebaiknya diberikan kebijakan tentang hak
tayang pada bioskop di seluruh Indonesia yang menguntungkan bagi film karya
anak bangsa. Dan juga penambahan bioskop-bioskop di kota-kota seluruh Indonesia.
Atau setidaknya dibangun bioskop yang khusus menayangkan film Indonesia disetiap
kota, jadi bagi yang ingin menonton film luar negri bisa dibioskop lainnya.
0 komentar:
Posting Komentar